Slackware’s n00bz

Beberapa hari yang lalu saya mencoba menginstall Slackware di laptop yang sudah terinstall Windows dan Ubuntu. Dengan banyak kesulitan dan banyak bantuan, saya akhirnya bisa melihat logo Slackware dan menu booting LiLonya di layar laptop.
But WHY hanya ada dua menu booting yang ditampilkan pada LiLo (yaitu Windows dan Linux -Slackware-) ?? Ubuntune piye? wes, itu nanti saja diurus. Sekarang saya sedang super happy bisa pake Slackware.
Hit enter pada menu booting Linux. Masuk ke startup screennya. Tunggu sampai selesai. Loh ada puisi😀
Masuknya sebagai root@darkstar. Oke. Trus loginnya piye?
Ketik ‘root’ ndak bisa. Ketik ‘login’ ndak bisa juga. Ketik nama, umur, tempat tanggal lahir, hobi, nama kucing, dsb juga ndak mau login.😄

Gugling! Woo.. `startx`

Masuk menu KDE 4. Wih kereeeeennn. Hover cursor kesana-kemari, klik start button dengan touchpad.
Em.. Klik dengan touchpad.

Hey! KLIK KLIK KLIK dengan touchpad!
Ga ada yang bisa diklik argh!
Klik kiri dengan tombol touchpad pada desktop!
Eh bisa. Heu, kenapa yak?
Coba lagi klik pake touchpad. Ndak bisa.
Klik kanan pake tombol touchpad. Bisa.
Oke. Jadi touchpadnya perlu diconfig.😄

Browsing menu-menu yang ada pada Slackware – KDE, bagus juga euy. Walau ndak ngerti apa guna sebagian besarnya *dikeplak*
Sebenernya saya install Slackware versi newbie, jadi saat saya menginstall itu, ditunjukin satu demi satu kegunaan masing-masing program yang ada dan diberi pilihan mau diinstall atau tidak. Tapi demi amannya, lagian buta program begini, saya OK-in semua. Sampe pegel mejet enter.

Coba muter anime yuk! Enter!
Hmm….
Soundnya juga perlu diconfig. ROFL.
WTF. Kudu jeli dan rajin gugling inih. Mana sinyal sekarat pula.. Okelah dicicil pan bisa.

Kembali penasaran dengan menu LiLo yang cuma memuat 2 OS itu saja. Sempat gugling, memang LiLo perlu diconfig untuk bisa memuat OS yang kita inginkan.

Wait, chatting sama si abang dulu ah, lapor kalo udah install Slackware😀

…ujung-ujungnya dimaki-maki sampai pagi. “RTFM!!”, “Tanya forum!!” Ya ya ya..
(note: kutipan chat yang dia simpan di sini belum merepresentasikan isi chat sebenarnya😄 )

Chatnya antara lain petunjuk untuk me-mount isi /dev/sda5 tempat si Ubuntu berada, untuk mengecek apakah Ubuntunya masih ada atau sudah terlindas Slackware karena proses install yang serampangan. Kesimpulan sementara yang diperoleh adalah, “Ubuntu lo ilang nyet! gyakakakaka!! Install ulang!!”

Lalu akhirnya saya dapat iso Ubuntu, dalam bentuk file di flashdisk. Saya kira pan itu sudah LiveCD begitooh. Jadi sok-sokan langsung klik. And nothing happened. Gugling lagi, akhirnya burn itu iso. Dan sok tau lagi, burn dalam bentuk data CD. Klik lagi. Nothing happened lagi.
Gugling lagi. Wooo.. burnnya dalam bentuk image. *jedutin tiang ke orang liwat*
Sukses burning, langsung bisa liat menu Ubuntu. Pilih Install sepenuhnya. Pas mau install itulah.. pada tahap pemilihan partisi, /dev/sda5/ masih bertanda Ubuntu 9.10.
Masih ada Ubuntunya?? Trus kenapa pas di-mount isi /dev/sda5 ga ada isinya?
Hm! Perlu gugling lebih lanjut!

So to sum it up, sementara ini PRnya, dan sampai sekarang belum nemu pemecahannya adalah:
1. Nemuin Ubuntu di /dev/sda5
2. Menu LiLo supaya bisa booting Windows, Ubuntu, Slackware
3. Touchpad dan sound (yang baru ketahuan belum berfungsi)
4. Config wvdial Slackware

CMIIW’s:
1. Untuk multi Linux pada satu komputer, hanya perlu satu partisi swap, dengan partisi ext sendiri-sendiri untuk masing-masing Linux.
2. Slackware adalah distro paling bebas dalam Linux, dimana user diberi kebebasan sepenuhnya menentukan mau dijadiin gimana itu Slackwarenya (quoted from si abang)
3. Being newbie is sux😄

2 thoughts on “Slackware’s n00bz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s